SEKILAS INFO
21-10-2019
  • 1 bulan yang lalu / >>> STIKes YPIB Majalengka Tahun Akademik 2019/2020
  • 1 bulan yang lalu / >>> Selamat Datang Mahasiswa Baru Prodi S1 Keperawatan, S1 Farmasi, D3 Kebidanan, dan Profesi Ners STIKes YPIB Majalengka Tahun Akademik 2019/2020
5
Mar 2019
0
Mengenal Praktik Profesional Bidan

Merlly Amalia, SST., M.Kes

Praktik Kebidanan adalah asuhan yang diberikan oleh bidan secara mandiri baik pada perempuan yang menyangkut proses reproduksi, kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, masa antara dalam lingkup praktik kebidanan juga termasuk pendidikan kesehatan dalam hal proses reproduksi untuk keluarga dan komunitasnya.

Praktik kebidanan berdasarkan prinsip kemitraan dengan perempuan, bersifat holistik dan menyatukannya dengan pemahaman akan pengaruh sosial, emosional, budaya, spiritual, psikologi dan fisik dari pengalaman reproduksinya.

Pengertian Jabatan Profesional

Perlu dibedakan antara jenis pekerjaan yang menuntut dan dapat dipenuhi lewat pembiasaan melakukan keterampilan tertentu (magang, keterlibatan langsung dalam situasi kerja di lingkungannya dan seseorang pekerja profesional sebagai warisan orang tuanya atau pendahulunya).

Seorang pekerja profesional perlu dibedakan dari seorang teknisi keduanya (pekerja profesional dan teknis) dapat saja terampil dalam unjuk kerja yang sama (misalnya : menguasai tehnik kerja yang dapat memecahkan masalah-masalah teknis dalam bidang kerjanya), tetapi seseorang pekerja profesional dituntut menguasai visi yang mendasari keterampilan yang menyangkut wawasan filosofi, pertimbangan rasional dan memiliki sikap yang positif dalam melaksanakan serta memperkembangkan mutu karyanya (T. Raka Joni, 1980).

Ciri-ciri Jabatan Profesional

  1. Bagi pelakunya secara nyata (defakto) dituntut berkecakapan kerja (keahlian) sesuai dengan tugas-tugas khusus serta tuntutan dari jenis jabatannya (cenderung ke spesialisasi).
  2. Kecakapan dan keahlian bukan sekedar hasil pembiasaan atau latihan rutin yang terkondisi, tetapi perlu didasari oleh wawasan keilmuan yang mantap serta menuntut pendidikan juga. Jabatan yang terprogram secara relevan serta berbobot, terselenggara secara efektif-efisien dan tolak ukur evaluatifnya terstandar.
  3. Pekerja profesional dituntut berwawasan sosial yang luas, sehingga pilihan jabatan serta kerjanya didasari oleh kerangka nilai tertentu, bersikap positif terhadap jabatan dan perannya, dan bermotivasi serta berusaha untuk berkarya sebaik-baiknya : Hal ini mendorong pekeria profesional yang bersangkutan untuk selalu meningkatkan (menyempurnakan) diri serta karyanya orang tersebut secara nyata mencintai profesinya dan memiliki etos kerja yang tinggi
  4. Jabatan professional perlu mendapat pengesahan dari masyarakat dan atau negaranya. Jabatan professional memiliki syarat-syarat serta kode etik yang harus dipenuhi oleh pelakunya, hal ini menjamin kepantasan berkarya dan sekaligus merupakan tanggung jawab sosial pekerja professional tersebut.

 

Persyaratan Umum Jabatan Profesional

  1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis
  2. Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan tenaga profesional
  3. Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh masyarakat
  4. Mempunyai kewenangan yang disyahkan atau diberikan oleh pemerintah
  5. Mempunyai peran dan fungsi yang jelas
  6. Mempunyai kompetensi yang jelas dan terukur
  7. Memiliki organisasi profesi sebagai wadah
  8. Memiliki etika profesi
  9. Memiliki standar pelayanan
  10. Memiliki praktek
  11. Memiliki standar pendidikan yang mendasari dan mengembangkan profesi sesuai dengan kebutuhan pelayanan
  12. Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sebagai wahana pengembangan kompetensi.

 

Bidan Merupakan Jabatan Profesional

Bidan merupakan jabatan profesional. Berdasarkan syarat-syarat profesional, maka bidan telah memiliki persyaratan dari Bidan sebagai jabatan profesional :

  1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis
  2. Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan bidan sebagai tenaga professional
  3. Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh masyarakat
  4. Memiliki kewenangan yang disyahkan atau diberikan oleh pemerintah
  5. Memiliki peran dan fungsi yang jelas
  6. Memiliki peran dan fungsi yang jelas
  7. Memiliki kompetensi yang jelas dan terukur
  8. Memiliki organisasi profesi sebagai wadah
  9. Memiliki kode etik kebidanan
  10. Memiliki standar pelayanan
  11. Memiliki standar praktek
  12. Memiliki standar pendidikan yang mendasar dan mengembangkan profesi sesuai kebutuhan pelayanan
  13. Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sebagai wahana pengembangan kompetensi.

Sehubungan dengan profesionalisme jabatan bidan, maka bidan merupakan jabatan profesional. Jabatan dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu:

  1. Jabatan structural.

Jabatan struktural adalah jabatan yang secara tegas ada dan diatur berjenjang dalam suatu organisasi.

  1. Jabatan Fungsional.

Jabatan fungsional adalah jabatan yang ditinjau serta dihargai dari aspek fungsinya yang vital dalam kehidupan masyarakat dan negara. Selain fungsinya yang vital dalam kehidupan masyarakat, jabatan fungsional juga berorientasi kualitatif. Dalam konteks ini, jabatan bidan adalah jabatan fungsional profesional dengan demikian, adalah wajar jika bidan mendapatkan tunjangan fungsional.

 

DAFTAR PUSTAKA :

Asrinah. 2010. Konsep Kebidanan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Depkes RI. 1995. Pusdiknakes, Konsep Kebidanan, Jakarta

Nurmawati. 2010. Mutu Pelayanan Kebidanan.  Jakarta

Mufdlilah. 2012. Konsep Kebidanan. Yogyakarta : Nuha Medika

Prawirohardjo, Sarwono.2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo

 

Susunan Dewan Redaksi

error: Semua konten kami mempunyai hak kebijakan privasi, hubungi admin atau dosen bersangkutan. Hatur Nuhun