SEKILAS INFO
07-12-2019
  • 2 bulan yang lalu / >>> STIKes YPIB Majalengka Tahun Akademik 2019/2020
  • 2 bulan yang lalu / >>> Selamat Datang Mahasiswa Baru Prodi S1 Keperawatan, S1 Farmasi, D3 Kebidanan, dan Profesi Ners STIKes YPIB Majalengka Tahun Akademik 2019/2020
5
Mar 2019
0
PELAYANAN DAN KOLABORASI INTERDISIPLIN DALAM KESEHATAN DAN KEPERAWATAN JIWA

Oleh : Suharno, S.Kep.,Ners., M.Kes

 

 

 

 

Pelayanan dan kolaborasi interdisiplin keperawatan jiwa merupakan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh sekolompok tim kesehatan profesional (perawat, dokter, tim kesehatan lainnya maupun pasien dan keluarga pasien sakit jiwa) yang mempunyai hubungan yang jelas, dengan tujuan menentukan diagnosa, tindakan-tindakan medis, dorongan moral dan kepedulian khususnya kepada pasien sakit jiwa. Pelayanan akan berfungsi baik jika terjadi adanya konstribusi dari anggota tim dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada pasien sakit jiwa. Anggota tim kesehatan meliputi : pasien, perawat, dokter, fisioterapi, pekerja sosial, ahli gizi, manager, dan apoteker. Oleh karena itu tim kolaborasi interdisiplin hendaknya memiliki komunikasi yang efektif, bertanggung jawab dan saling menghargai antar sesama anggota tim.

Secara integral, pasien adalah anggota tim yang penting. Partisipasi pasien dalam pengambilan keputusan akan menambah kemungkinan suatu rencana menjadi efektif. Tercapainya tujuan kesehatan pasien yang optimal hanya dapat dicapai jika pasien sebagai pusat anggota tim. Karena dalam hal ini pasien sakit jiwa tidak dapat berpikir dengan nalar dan pikiran yang rasional, maka keluarga pasienlah yang dapat dijadikan pusat dari anggota tim. Disana anggota tim dapat berkolaborasi dalam menentukan tindakan-tindakan yang telah ditentukan. Apabila pasien sakit jiwa tidak memiliki keluarga terdekat, maka disinilah peran perawat dibutuhkan sebagai pusat anggota tim. Karena perawatlah yang paling sering berkomunikasi dan kontak langsung dengan pasien sakit jiwa. Perawat berada disamping pasien selam 24 jam sehingga perawatlah yang mengetahui semua masalah pasien dan banyak kesempatan untuk memberikan pelayanan yang baik dengan tim yang baik.

Perawat adalah anggota membawa persfektif yang unik dalam interdisiplin tim. Perawat memfasilitasi dan membantu pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari praktek profesi kesehatan lain. Perawat berperan sebagai penghubung penting antara pasien dan pemberi pelayanan kesehatan.

Dokter memiliki peran utama dalam mendiagnosis, mengobati dan mencegah penyakit. Pada situasi ini dokter menggunakan modalitas pengobatan seperti pemberian obat dan pembedahan. Mereka sering berkonsultasi dengan anggota tim lainnya sebagaimana membuat referal pemberian pengobatan.

 

Elemen Penting Dalam Mencapai Kolaborasi Interdisiplin Efektif

Kolaborasi menyatakan bahwa anggota tim kesehatan harus bekerja dengan kompak dalam mencapai tujuan. Elemen penting untuk mencapai kolaborasi interdisiplin yang efektif meliputi kerjasama, asertifitas, tanggung jawab, komunikasi, kewenangan dan kordinasi.

  • Kerjasama adalah menghargai pendapat orang lain dan bersedia untuk memeriksa beberapa alternatif pendapat dan perubahan kepercayaan.
  • Ketegasan penting ketika individu dalam tim mendukung pendapat mereka dengan keyakinan. Tindakan asertif menjamin bahwa pendapatnya benar-benar didengar dan konsensus untuk dicapai.
  • Tanggung jawab artinya mendukung suatu keputusan yang diperoleh dari hasil konsensus dan harus terlibat dalam pelaksanaannya.
  • Komunikasi artinya bahwa setiap anggota bertanggung jawab untuk membagi informasi penting mengenai perawatan pasien sakit jiwa dan issu yang relevan untuk membuat keputusan klinis.
  • Pemberian pertolongan artinya masing-masing anggota dapat memberikan tindakan pertolongan namun tetap mengacu pada aturan-aturan yang telah disepakati.
  • Kewenangan mencakup kemandirian anggota tim dalam batas kompetensinya.
  • Kordinasi adalah efisiensi organisasi yang dibutuhkan dalam perawatan pasien sakit jiwa, mengurangi duplikasi dan menjamin orang yang berkualifikasi dalam menyelesaikan permasalahan.
  • Tujuan umum artinya setiap argumen atau tindakan yang dilakukan memiliki tujuan untuk kesehatan pasien sakit jiwa.

Kolaborasi dapat berjalan dengan baik jika :

  • Semua profesi mempunyai visi dan misi yang sama
  • Masing-masing profesi mengetahui batas-batas dari pekerjaannya
  • Anggota profesi dapat bertukar informasi dengan baik
  • Masing-masing profesi mengakui keahlian dari profesi lain yang tergabung dalam tim.

 

Manfaat Kolaborasi Interdisiplin Dalam Pelayanan Keperawatan Jiwa

Kolaborasi didasarkan pada konsep tujuan umum, konstribusi praktisi profesional, kolegalitas, komunikasi dan praktek yang difokuskan kepada pasien. Kolegalitas menekankan pada saling menghargai, dan pendekatan profesional untuk masalah-masalah dalam tim dari pada menyalahkan seseorang atau atau menghindari tangung jawab.

Beberapa tujuan kolaborasi interdisiplin dalam pelayanan keperawatan jiwa antara lain :

  1. Memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan menggabungkan keahlian unik profesional untuk pasien sakit jiwa
  2. Produktivitas maksimal serta efektifitas dan efesiensi sumber daya
  3. Peningkatnya profesionalisme dan kepuasan kerja, dan loyalitas
  4. Meningkatnya kohesifitas antar profesional
  5. Kejelasan peran dalam berinteraksi antar profesional
  6. Menumbuhkan komunikasi, menghargai argumen dan memahami orang lain.

 

Hambatan dalam Melakukan Kolaborasi Interdisiplin dalam Keperawatan Jiwa

Kolaborasi interdisiplin tidak selalu bisa dikembangkan dengan mudah. Ada banyak hambatan antara anggota interdisiplin, meliputi :

  1. Ketidaksesuaian pendidikan dan latihan anggota tim
  2. Struktur organisasi yang konvensional
  3. Konflik peran dan tujuan
  4. Kompetisi interpersonal
  5. Status dan kekuasaan dan individu itu sendiri

 

DAFTAR PUSTAKA

Ade, Susana; 2011; Terapi Modalitas Keperawatan Kesehatan Jiwa; Penerbit Buku KedokteranEGC; Jakarta.

Ali, Zaidin. 2002. Dasar-Dasar Keperawatan Profesional. Jakarta : Widya Medika

Anna; Panjaitan;Helena. 2005. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Ed.2. Jakarta: EGC.

Dalami, Ernawati; 2010; Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa; CV. Trans InfoMedia; Jakarta.

Suliswati, 2005. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC

 

Susunan Dewan Redaksi

error: Semua konten kami mempunyai hak kebijakan privasi, hubungi admin atau dosen bersangkutan. Hatur Nuhun