SEKILAS INFO
20-09-2019
  • 1 minggu yang lalu / >>> STIKes YPIB Majalengka Tahun Akademik 2019/2020
  • 1 minggu yang lalu / >>> Selamat Datang Mahasiswa Baru Prodi S1 Keperawatan, S1 Farmasi, D3 Kebidanan, dan Profesi Ners STIKes YPIB Majalengka Tahun Akademik 2019/2020
12
Mar 2019
0
SKRINING UNTUK KEGANASAN DAN PENYAKIT SISTEMIK

Oleh : Lina Siti Nuryawati, SKM, S.ST., M.Kes

A. Pengertian

Kanker adalah suatu kondisi di mana sel telah kehilangan pengendalian dan mechanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.

Skrining adalah pemeriksaan terhadap sejumlah besar orang untuk mengungkap karakteristik tertentu atau penyakit yang tidak diketahui seperti fenilketonuria atau hipotiroidisme padaneonatus

Skrining sama artinya dengan deteksi dini atau pencegahan sekunder, mencakup pemeriksaan (tes) pada orang-orang yang belum mempunyai simptom-simptom penyakit untuk menemukan penyakit yang belum terlihat atau pada stadium praklinik (dr. H. K.Suheimi )

B. Faktor-Faktor Resiko Penyebab

1. Kanker Serviks

    • Perilaku seksual : risiko > 10 x pada wanita dengan mitraseks lebih dari 6 dan hubungan seks pertama pada usia muda (kurang dari 15 tahun), riwayat PHS.
    • Riwayat kontrasepsi hormonal : pil KB lebih dari 4 tahun,risiko meningkat 1 – 1.5 x.
    • Multiparitas
    • Merokok : efek karsinogenik zat hidrokarbon aromatic polisiklik amin
    • Nutrisi : defisiensi antioksidan

2. Kanker Payudara

Menurut Moningkey dan Kodim, penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara di antaranya:

  1. Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur.
  2. Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara.
  3. Penyakitfibrokistik: Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara.
  4. Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause
  5. Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara.
  6. Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara.
  7. Riwayat keluarga dan faktor genetic  ada 2 jenis gen (BRCA1dan BRCA2) yang sangat mungkin sebagai resiko, riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara.
  8. Pemakaian obat-obatan.
  9. Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker payudara di antaranya :
    • Tidak menikah
    • Menikah tapi tidak punya anak
    • Melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun
    • Tidak pernah menyusui anak.
    • Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penyakit kanker payudara meningkat pada orang yang sering menghadapi kondisi stress (goncangan jiwa) dan juga bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi dibawah usia 11 tahun.

3. Kanker Endometrium

Terdapat beberapa faktor risiko yang dinyatakan berperan terhadap terjadinya kanker endometrium :

  1. Obesitas
  2. Riwayat menstruasi
  3. Diabetes mellitus (DM)
  4. Hipertensi Riwayat infertilitas.
  5. Pemakaian estrogen.
  6. Hiperplasia Endometrium
  7. Faktor-faktor lain adalah yang mempengaruhi pemaparan terhadap estrogen atau meningkatkan kadar progesteron, seperti penggunaan kontrasepsi oral dan merokok merupakan faktor yang bersifat protektif

 

4. Hubungan Skrining untuk Keganasan Penyakit dengan Kesehatan Reproduksi

Menurunkan morbiditas dan mortalitas penyakit dalam masyarakat melalui deteksi dini dan pengobatan pada keadaan belum terdapat symptom/gejala. Skrining merupakan upaya untuk meningkatkankesehatan reproduksi wanita sepanjang daur kehidupannya meliputisejarah, perkembangan wanita dalam aspek biologis, psikososial dan sosial spiritual, kesehatan reproduksi dalam perspektif gender, permasalahannya serta indikator status kesehatan wanita.

 

5. Peran Bidan Skrining untuk Keganasan dan Penyakit Sistemik 

  1. Memberikan motivasi pada para wanita untuk melakukan pentingnya melakukan langkah skrining.
  2. Membantu dalam mengidentifikasi orang-orang yang berisikoterkena penyakit atau masalah kesehatan tertentu. Penegakan diagnosis pasti ditindak lanjuti di fasilitas kesehatan
  3. Membantu mengidentifikasi penyakit pada stadium dini, sehingga terapi dapat dimulai secepatnya dan prognosa penyakit dapat diperbaiki
  4. Membantu melindungi kesehatan individual
  5. Membantu dalam pengendalian penyakit infeksi melalui proses identifikasi carrier penyakit di komunitas
  6. Memberikan penyuluhan dalam pemilihan alat kontrasepsi dengan metode barrier (pelindung) seperti diafragma dan kondom karena dapat memberi perlindungan terhadap kanker serviks
  7. Memberikan fasilitas skrining kanker serviks dengan metode pap smear kemudian membantu dalam pengiriman hasil pemeriksaan kelaboratorium.

 

6. Program pemeriksaan / skrining yang dianjurkan untuk kanker serviks (WHO)

  1. Skrining pada setiap wanita minimal satu kali pada usia 35-40 tahun
  2. Kalau fasilitas tersedia, lakukan tiap 10 tahun pada wanita usia 35-55tahun
  3. Kalau fasilitas tersedia lebih, lakukan tiap 5 tahun pada wanita usia 35-55tahun
  4. Ideal atau optimal, lakukan tiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun
  5. Mensosialisasikan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri)sebagai salah satu bentuk skrining keganasan terhadap kanker payudara. Cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri.

 

Susunan Dewan Redaksi

error: Semua konten kami mempunyai hak kebijakan privasi, hubungi admin atau dosen bersangkutan. Hatur Nuhun